Lelaki yang Mencintai Puisi

Puisi

Sebuah Nama Namanya Herman. Lelaki pensiunan perbankan dengan badan besar dan suara rendah. Kulitnya agak putih untuk ukuran orang kita. Kadang ia menggunakan kaca mata hitam dan mengendarai motor Honda Tiger kalau datang ke tempat latihan teater. Terlihat punggung tangannya coklat kehitaman karena terbakar matahari selama berkendara. Semua orang sepertinya akan mudah mengenal ciri-ciri lelaki […]

Continue reading


Manusia dalam Sastra

Manusia dalam Sastra

Cerita,…, selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya. Ya biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa atau hantu. Dan tak ada yang lebih sulit dapat dipahami daripada sang manusia… jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, pendengaranmu dapat menangkap musik dan tatap-tangis kehidupan; pengetahuanmu […]

Continue reading


Teori Budaya Kontemporer: Penjelajahan Tanda dan Makna (Rp98.000)

Deskripsi Budaya adalah segala hal yang mencakup keseharian kita. Di dalam kehidupan, berbagai fenomena dan permasalahan semakin kompleks. Cultural studies hadir sebagai sebuah teori yang menawarkan kecenderungan-kecenderungan baru di dalam melihat berbagai fenomena kebudayaan di dalam masyarakat kita. Ada banyak hal yang tidak dapat didekati hanya dengan satu disiplin dan cara pandang. Oleh sebab itu, […]

Continue reading


Memancing

memancing

Setiap pagi dan sore, saya sering melihat orang-orang berjajar memancing di selokan kecil dekat kelurahan. Kadang-kadang saya juga melihat mereka pada siang hari, kadang ketika panas terik, atau  pada saat hujan. Saya melihatnya sambil lewat saja. Saya suka merasa kagum dengan mereka. Bukan kagum pada apa yang mereka lakukan, tetapi pada cara mereka memelihara harapan […]

Continue reading


Teori Budaya Kontemporer

Cultural Studies Setidak-tidaknya ada dua ‘semangat zaman’ (Zeitgeist) yang membangun cultural studies sebagai sebuah kecenderungan pemikiran, yaitu modernisme dan posmodernisme. Pada fase modern, cultural studies akrab dengan dengan isu-isu budaya populer, budaya massa, industrialisasi, media massa, komodifikasi, struktur budaya, kode budaya, ideologi, subjek, hegemoni, struktur kelas, demokrasi dan sebagainya. Silsilahnya berasal dari para pemikir ‘kulturalis’ […]

Continue reading


Ngobrol Sore

ngopi sore

Satu pekan yang lalu, di hari Jumat sore, saya berdua dengan Pak Yasraf Amir Piliang ngopi di sebuah kedai kopi di Bandung. Berdua saja kami ngobrol tentang banyak hal: kesibukan kami, apa yang sedang dikerjakan, gosip orang-orang di sekitar, tenis, rumah, rencana kegiatan Forum Studi Kebudayaan, berbagai hal remeh-temeh, dan berbagai hal lainnya. Ngobrol santai […]

Continue reading


Hujan

Hujan

Beberapa pekan ini hujan terus mengguyur Kota Bandung. Dalam dua pekan terakhir, terasa intensitas hujan sangat tinggi. Hujan turun seperti air yang begitu saja ditumpahkan dari langit. Hujan turun dengan sangat deras dan waktu yang cukup lama. Memang, November menjadi sangat identik dengan hujan. Bagi saya, yang berangkat untuk melakukan aktivitas menggunakan sepeda motor, hujan […]

Continue reading


Membaca

membaca

Sekali waktu, beberapa tahun yang lalu, pulang dari pameran buku, saya membawa beberapa buku yang saya beli ke tempat kerja. Seorang rekan kerja lalu mengomentari “Wah hebat, kamu beli buku, rajin ya.” Di lain kesempatan, ada seorang tetangga main ke rumah. Dia lalu berkomentar, “Wah hebat, rumah Kang Jejen banyak bukunya.” Tentu saja, komentar-komentar itu […]

Continue reading


Kerumunan

kerumunan

Sabtu kemarin, 26 Agustus 2017, saya bersama istri dan anak-anak datang ke Karnaval Budaya Pesona Parahyangan. Saya memilih tempat yang strategis, di depan sebuah mal di Jalan Merdeka. Tentu supaya praktis, saya bisa melakukan hal lain di sana: makan, ke toilet, salat, dll. Sebagai warga kota, tentu saja saya dan keluarga tidak mau melewatkan pergelaran […]

Continue reading


Ngopi

Diskusi di kedai kopi cihapit

Kopi Kopi, dalam beberapa tahun belakang, mendapat pamor yang luar biasa besar. Banyak orang kini berbondong-bondong menjadi penikmat, pembuat, ahli, pemerhati, penulis kopi, dan sebagainya. Apalagi semenjak cerita pendek karya Dewi Lestari dibuatkan jadi film, popularitas kopi di banyak kalangan semakin menanjak. Tentu ini sesuatu yang bagus. Bagi saya, kopi, tentu juga punya tempat tersendiri. […]

Continue reading